Loading...

Senin, 07 Februari 2011

HISTORIOGRAFI HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA UNIV. "45" MAKASSAR

HISTORIOGRAFI HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA Universitas "45" Makassar
HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA UNIV. ”45” MAKASSAR

PERIODE 1991 -2011



Jurusan Teknik Industri Universitas ”45” Makassar mendapatkan Izin Penyelenggaraan Program Study Teknik Kimia pada tanggal 10 Juni 1991 (diperingati sebagai MILAD HIMATEK) dan pertama kali melakukan penerimaan Mahasiswa Baru pada tahun tersebut.



Eksistensi Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas ”45” Makassar sebagai berikut :



Himpunan Mahasiswa Teknik Industri diawali dengan pembentukan Study Club Teknik Industri dengan Ketua Maxie Djoni, ST, M.Si
Musyawarah Besar I ( MUBES I ) Mahasiswa Teknik Industri Univ. ”45” Makassar mengangkat Abd. Djafar, ST sebagai Ketua Umum untuk Periode 1993 - 1994
Periode 1994 -1995 dalam MUBES II mengangkat Ridwan, ST. M.Si sebagai Ketua Umum dan pertama kali Teknik Industri Univ. ”45” Makassar bergabung dengan BKKMTKI
Periode 1995 – 1996 dalam MUBES III mengangkat Irwan Cahyadi, ST sebagai Ketua Umum
Periode 1996 – 1997 dalam MUBES IV mengangkat Armansyah, ST sebagai Ketua Umum dan PROPERSTIK pertama kali dilaksanakan pada tahun 1996
Periode 1997 – 1998 dalam MUBES V mengangkat Usman Laoti, ST sebagai Ketua Umum
Periode 1999 – 2000 dalam MUBES VI mengangkat Musnajam, ST, M.Si sebagai Ketua Umum dan nama HMTI berubah menjadi HIMATEK
Periode 2000 – 2001 dalam MUBES VII mengangkat Muh. Ilham, ST sebagai Ketua Umum
Periode 2001 – 2002 dalam MUBES VIII mengangkat Muh. Syarif, ST sebagai Ketua Umum dan MUNAS BKKMTKI Pertama kali dilaksanakan dan 45 sebagai tuan rumah
Periode 2002 – 2003 dalam MUBES IX mengangkat Andi Tanri adjeng, ST sebagai Ketua Umum
Periode 2003 – 2004 dalam MUBES X mengangkat Ahmad Zulkarnaen, ST sebagai Ketua Umum
Periode 2004 – 2005 dalam MUBES XI mengangkat Ismanto sebagai Ketua Umum
Periode 2005 – 2006 dalam MUBES XII mengangkat Morzad M. Hitimala, ST sebagai Ketua Umum
Periode 2006 – 2007 dalam MUBES XIII mengangkat Imran. B, ST sebagai Ketua Umum
Periode 2008 – 2009 dalam MUBES XIV mengangkat Andi Ilhamsyah sebagai Ketua Umum
Periode 2010 – 2011 dalam MUBES XV mengangkat Rizal sebagai Ketua Umum

Selasa, 28 Desember 2010

TEKNOLOGI TEPAT GUNA

TEKNOLOGI TEPAT GUNA
Mentri Negara Riset dan Teknologi

Alat Pengolahan | Budidaya Pertanian | Budidaya Perikanan | Budidaya Peternakan |
Pengelolaan dan Sanitasi | Pengolahan Pangan

TTG - PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA

1. PENDAHULUAN
Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoranmanusia. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran.
Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut ;
1. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
2. Tidak mengotori permukaan tanah.
3. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
4. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
5. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
6. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
7. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.

Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang. Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus. Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.

Berikut ini adalah pengelolaan limbah rumah tangga untuk limbah cair, padat dan gas.
1. Pengelolaan air limbah kakus I.
2. Pengelolaan air limbah kakus II.
3. Pengelolaan air limbah cucian.
4. Pembuatan saluran bekas mandi dan cuci
5. Pengelolaan sampah
6. Pengelolaan limbah industri rumah tangga.
7. Pengelolaan air limbah rumah tangga I
8. Pengelolaan air limbah rumah tangga II
9. Pengelolaan air limbah

2. URAIAN SINGKAT
Industri rumah tangga seperti industri tempe, tahu, rumah makan, dan lain-lain perlu dikelola. Limbah dari industri rumah tangga tersebut menimbulkan bau yang tidak enak dan mengganggu lingkungan sekitarnya. Salah satu cara mengelola limbah rumah tangga adalah dengan membuat 3 bak. Ketiga bak tersebut digunakan sebagai tempat pengendapan limbah secara bertahap. Dengan demikian air limbah yang keluar dari bak terakhir sudah tidak
membahayakan lagi.

3. BAHAN
1. Batu bata
2. Semen
3. Pipa pralon
4. Lem
5. Pasir
6. Lempengan besi

4. PERALATAN
1. Gergaji
2. Cetok
3. Cangkul
4. Parang
5. Besi runcing
6. Ember
7. Skop
8. Meteran

5. PEMBUATAN
Buat bak sebanyak 3 buah dari batu bata dengan campuran pasir dan semen. Kemiringan saluran harus diperhitungkan. Usahakan jangan sampai ada benda pada air limbah, sebab apabila ada akan menempel dan menyumbat saluran. Antara bak satu dengan lainnya dihubungkan pipa pralon, antara satu dengan yang lain letaknya lebih rendah. Susunan dan sifat air limbah yang berasal dari limbah industri rumah tangga tergantung pada macam dan jenisnya, industri. Air limbah dapat berupa limbah dari pabrik susu, rumah makan, pemotongan hewan, pabrik tahu, pabrik tempe, dsb. Kotoran air limbah yang masuk ke bak I, akan mengapung. Pada bagian bawah limbah melalui pipa akan terus mengalir ke bak II. Lemak akan tertinggal dan akan menempel pad dinding. Untuk mengambil lemak perlu diserok. Dalam Bak II limbah akan mengalami pengendapan, terus ke bak III begitu juga. Dari pipa pralon pada bak III air limbah akan keluar dan sudah tidak membahayakan lagi. Untuk membawa lumpur diperlukan kecepatan 0.1m/detik dan untuk membawa pasir kasar perlu kecepatan 0,2m/detik. Cara pembuatannya dapat dilihat Gambar di bawah ini.


Gambar 1. Denah bak pengendap ideal berbentuk persegi panjang


Gambar 2. Bak limbah industri

6. PENGGUNAAN
1. Untuk membuang limbah industri rumah tangga.
2. Untuk membuang kotoran-kotoran yang bersifat cair.

7. PEMELIHARAAN
1. Bak hendaknya sering dibersihkan agar kotorannya tidak mengganggu saluran
2. Perlu di kontrol saluran-salurannya untuk menghindari kemacetan.
3. Jangan membuang limbah berupa padat seperti : kain, kertas, daun-daun, plastik, kerikil, dsb.

8. KEUNTUNGAN
Membuatnya lebih sederhana, bahan-bahannya mudah didapat.

9. KERUGIAN
Apabila kurang dikontrol akan sering macet, sehingga air akan keluar ke atas dan mengganggu lingkungan sekitarnya.
Catatan lain-lain :
Periksalah secara berkala apakah lemaknya yang menempel sudah banyak dan perlu dibersihkan atau apakah ada yang rusak.

10. DAFTAR PUSTAKA
Sugiharto. Dasar-dasar pengelolaan air limbah.. Jakarta : UI press, 1987.
11. INFORMASI LEBIH LANJUT
1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI; Jl. Cisitu Sangkuriang No. 1 – Bandung 40134 - INDONESIA; Tel.+62 22 250 3052, 250 4826, 250 4832, 250 4833; Fax. +62 22 250 3050
2. Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.

Sumber : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.

Minggu, 26 Desember 2010

Profil Fakultas Teknik

Fakultas Teknik, lahir seumur dengan Universitas "45" Makassar tahun 1986, secara terus-menerus melakukan perbaikan internal. Perubahan dan penerapan paradigma baru perguruan tinggi dengan orientasi pada kualitas, akuntabilitas, akreditasi, adan evaluasi diri secara berkesinambungan terus dilakukan. Realisasi paradigma baru mengharuskan Fakultas Teknik Universitas "45" melakukan perbaikan secara fundamental terhadap sistem manajemen dan organisasi dari waktu ke waktu.

Sebagai upaya pengembangan rumusan visi dan misi, yaitu mampu menghasilkan alumni yang memiliki keunggulan kompetitif dengan penguasaan knowledge, technical skill, dan memiliki jiwa entrepreneurship yang handal. Penerapan Pola Ilmiah Pokok (PIP) dalam kurikulum, berupa pengembangan kewirausahaan (Entrepreneurship Development) merupakan upaya yang terarah dan terprogram untuk menumbuhkembangkan sifat kewirausahaan yang mandiri, meningkatkan kemampuan dan keterampilan khusus dibidangnya untuk mengantisipasi kesulitan alumni bersaing dalam mendapatkan lapangan kerja.

Fakultas Teknik membina 4 (empat) Program Studi atau Jurusan antara lain Jurusan Sipil, Jurusan Planologi (Perencanaan Wilayah & Kota), Jurusan Arsitektur dan Jurusan Teknik Kimia. Jurusan-jurusan ini mempunyai bidang spesifik sesuai dengan penguasaan ilmunya

Aktifitas mahasiswa dalam pembelajaran merupakan aktifitas yang rutin dilaksanakan. Disamping itu untuk membentuk penalaran dan penyaluran minat dan bakat, mahasiswa dibina melalui unit kegiatan organisasi inter kampur, organisasi ekstern kampus dan unit kegiatan mahasiswa.

Mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu mendapat bantuan beasiswa Supersemar, EEDP, PPA, DBO dan TPSDP.

Fungsi Lembaga sebagai lembaga yang melaksanakan pendidikan tinggi, Fakultas teknik melaksanakan fungsi berikut ini :


1. Pendidikan
Proses pendidikan diasuh oleh tenaga pengajar yang terdiri dari dosen Yayasan, Kopertis dan dosen Luar Biasa sebagai usaha transfer ilmu dan pembanding. Dosen Yayasan dan Kopertis merupakan dosen tetap, rata-rata berkualifikasi S2. Untuk mengembangkan kualitas dosen, dilakukan melalui studi lanjut S3 di berbagai perguruan tinggi, baik di Makassar maupun di Jawa.
Penunjang proses pendidikan dengan sarana dan fasilitas berikut ini :
* Laboratorium Jurusan Sipil, Kimia dan Studio Arsitektur, Planologi difungsikan oleh para mahasiswa untuk mempraktekkan ilmu yang diperoleh secara teoritis.
* Laboratorium Komputer digunakan untuk aplikasi ilmu dalam menggunakan komputerisasi keteknikan setiap jurusan.
* Laboratorium Bahasa Inggris terpusat di Universitas.
* Perpustakaan terpusat di Universitas sebagai tempat menimba ilmu dan tempat memperbanyak literatur.
2. Penelitian
Kegiatan ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan penelitian dilakukan secara mandiri dan kelompok, baik untuk memenuhi kebutuhan tersebut maupun untuk menyelesaikan tugas akhir yang berkaitan dengan kegiatan di laboratorium.
3. Pengabdian Masyarakat
Pengabdian pada masyarakat merupakan serangkaian aktifitas dalam rangka kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersifat kongkret dan langsung dirasakan manfaatnya dalam waktu yang relatif singkat. Aktifitas ini dilakukan secara individual ataupun kelompok oleh anggota Sivitas Akademika. Bagi mahasiswa, kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kuliah Kerja Profesi (KKP) dan Kerja Praktek (KP).

Alumni sebagai hasil proses dari fungsi lembaga tersebut, pada awal tahun ajaran 1992/1993 untuk pertama kali Fakultas Teknik menyelenggarakan sidang ujian sarjana yang diikuti oleh satu orang mahasiswa. Sidang ujian berikutnya pada akhir tahun ajaran 1992/1993 diikuti oleh tiga orang mahasiswa. Wisuda sarjana pertama tahun 1992, baru dapat diikuti pada Wisuda III Sarjana Universitas dengan satu wisudawan. Wisudawan sarjana kedua diikuti pada Wisuda IV Sarjana Universitas dengan wisudawan sebanyak tiga orang. Demikian wisuda terus berlangsung, setahun dua kali sehingga sampai pada wisuda XXXVII yang berlangsung pada tanggal 14 Desember 2009. Keberadaan dan pekerjaan alumni tersebar pada beberapa instansi swasta, pemerintah, industri dan tidak kurang yang melakukan usaha mandiri.

Latar Belakang Universitas "45" Makassar

Universitas "45" Makassar didirikan oleh tokoh Pejuang Angkatan 45 dan sesepuh Sulawesi Selatan Dr (Hc). H. Andi Sose pada tanggal 9 Desember 1985 berdasarkan Akta Notaris Sitske Limoa, SH. Nomor 45, dan secara resmi menerima mahasiswa baru pada Tahun Akademik 1986/1987 setelah mendapat Izin Operasional dari Kopertis Wilayah IX Sulawesi dengan SK No. 595 Tanggal 13 Juni 1986. Berdasarkan surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 143/DIKTI/Kep/1996, Fakultas/Jurusan pada Universitas "45" memperoleh Status Disamakan. Pada tahun 1998 - 2000 Universitas "45" memperoleh Status Terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Depdiknas untuk semua fakultas/jurusan pada Universitas "45". Sesuai SK Dirjen Dikti No. 34/Dikti/Kep/2002 tentang Hasil Evaluasi Diri Elektronik (Self Evaluation) laporan penyelenggaraan program studi per semester, maka Universitas "45" memperoleh Perpanjangan Izin Penyelenggaraan, dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas melalui SK Dirjen Dikti No. 0733-1805/D/T/2004 untuk 21 Program Studi dari 6 Fakultas dan Program Diploma yang dibina oleh Universitas "45" Makassar. Pada tanggal 29 Mei 2005 sampai dengan 15 Nopember 2005 telah dilaksanakan Visitasi untuk 21 Program Studi yang dibina Universitas "45" oleh Tim Asesor Badan AKreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Depdiknas, untuk memperoleh Perpanjangan Akreditasi Program Studi yang ada pada Universitas "45" Makassar. Universitas "45"hingga saat ini selama 21 tahun (1985 - 2007) membina 28 Program Studi yang ada pada 10 Fakultas, Program Diploma (D1/D3) dan Program Pasca Sarjana (S2) sebagai berikut :

1. Fakultas Ekonomi : Program Studi Ilmu Ekonomi; Manajemen; dan Akuntansi.
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik : Program Studi Ilmu Administrasi Negara; Sosiologi; dan Hubungan Internasional (HI).
3. Fakultas Pertanian : Program Studi Budidaya Pertanian; Teknologi Pangan; Sosial Ekonomi; Budidaya Perikanan (Aquakultur); dan Produksi Ternak.
4. Fakultas Teknik : Program Studi Sipil; Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi); Arsitektur; dan Teknik Kimia.
5. Fakultas Sastra : Program Studi Sastra Indonesia dan Sastra Inggris.
6. Fakultas Hukum : Program Studi Ilmu-ilmu Hukum.
7. Fakultas Psikologi : Program Studi Psikologi.
8. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris.
9. Program Diploma : Perhotelan (D3/D1) dan Manajemen Informatika.
10. Program Pasca Sarjana (S2) : Program Studi Manajemen, Ilmu Hukum, Administrasi Negara dan Perencanaan Wilayah dan Kota.